3 tahun lalu paijo mengenal beliaunya, saat nafas terangah dan tersengkal dalam kebimbangan dan gemuruhnya tahun baru.....lebih dari sepuluh orang berkumpul dari berbagai usia, perantauan nan panjang dan pencarian yang terucap dari langkah-langkah keremangan terjadi begitu saja.dipersilahkan si bejo, paijo, narodo, dan bolodewo tuk masing-masing menghadap timur, barat, selatan dan utara...keheningan mulai merasuk saat ke-empatnya mulai mengeluarkan keringat deras dan masuk ke dalam dirinya...si paijo tersungkur hanyut dalam kepedihanya, terus meratapi kefanaan itu hingga terbangun oleh suara getarannya, ketika kembali menata diri paijo terbawa aliran listrik yang menekik tenggorokan hingga tak kuasa tertahan dan keluarlah apa yang diluar kuasanya....paijo terheran, bagaimana bisa????seribu tanya terus mencarci dalam benah paijo ..."bisa" jawab hati paijo...seakan bermonolog dengan dirinya sendiri...paijo bertanya dan menjawab pribadinya.....hingga keheranan itupun pecah oleh para sedulur yang dari tadi duduk disampingnya,...
namun sayang lambat laun suara itupun menghilang karena keruhnya air dalam benah paijo, bahkan untuk membuka aliran listrik itupun paijo kesulitan setengah mati.....rupa-rupanya perilaku paijo membuat dia terasing dari dirinya itu, hingga saat perpisahaan ini hendak menjemput, paijo mulai berfikir ulang....kecemasan dan rasa penasaran akan peristiwa itu seakan menjadi jadi....hingga saat itu paijo meronta dan menjerit tak tertahan.....gelak suaranya yang menggema dan memekik tenggorokan seakan ajalnya kian mendekat dan....terjadilah,,,,
0 komentar:
Poskan Komentar