Rabu, 24 Maret 2010

setetes tinta itu bernama kalimat

kepulan asap mulai menyelubungi tempat ini, hawa dingin menemani lembaran yang tergolek dimeja manja si penjual kopi, begitu sajian datang mata langsung menganga dan melirik lembaran-lembaran senja ini,rupanya hajatan besar di suatu pulau tengah digelar saat ini, beberapa "wong agung" tengah berada dalam perihal pemilihan "pemangku" atau pe"wali" atau lebih umum dikenal pemilihan aku,waktu yang dinamis membuat perihal hajatan itu memunculkan beberapa calon dengan latar yang berbeda beda dan otomatis memunculkan asap-asap dari nyala api nan berbeda pula, mulai sejarah yang harusnya seperti apa(dasar dan tujuan didirikan) atau yg lebih dikenal khittoh,ataukah atas jasa si fulan, atau moralitas si fulan dan si zaid...semua boleh berpendapat karena negeri ini mengatur kebebasan untuk itu, namun bukan berarti untuk dilanggar.sulit memang ketika transisi antar dimensi saling berbenturan karena semua membawa tujuan dan tujuan pastilah baik,ketika terlahir jelas hajatan itu sangat bernilai baik karena terlahir dari para cendekiawan yang sudah teruji oleh sejarah,bahkan sempat terkesan dalam secarik kalimat yang terlontar dari seorang yang saat ini juga tengah berada dihajatan itu yang intinya bahwa"prinsip dasar agama itu adalah moralitas" kurang lebih seperti itu, secarik kalimat itu langsung menghubungkan rongga syaraf ke ruang lingkup yang lain, dimana hukum/fiqh tentang ini itu berdasar dalil si fulan dan zaid riuh digonjang ganjingkan masyarakat atau bahkan berkutat dan berputar putar justru dasar itu terlupakan, memang hukum2 itu akan berujung ke moralitas namun dengan cakupan yang luas dan monitoring yang terbatas bahkan amad sangat,mungkin hal itulah yang membuat pemilihan "pemangku" bisa disebut "peL-aku" bahkan yang dulu aku malu menjadi melu aku, memang rumit jika menengok lebih dalam kultur dan pemikiran tapi keyakinan untuk menjadi 1 dan menyatukan tujuan pasti ada, selamat berjuang para putra-putri negara

0 komentar: