sekali lagi
diputuskan menoleh dan melihat ke dalam yang tersisa hanya gelap dan semakin gelap......"koyo2 abot dewe" setelah diputuskan lagi kembali kepermukaan dan menoleh, o o o ternyata ada yang lebih berat yang lebih bermuka masam, yang lebih menangis, yang lebih sukar berkata maaf kawan cukup doa, umur ini sudah tak waktunya lagi, senyum, tawa, canda, kata rasanya hampa saat beralih rupa, saat berpindah ke A rasanya dunia menimpa, saat berpindah ke B dunia seakan dilanda musim kemarau, saat berpindah ke C seakan hidup tanpa nama, akhirnya keputusan itu y kembali lagi ke secangkir kopi dan teman sejati*g sebut merk* dikira promosi.sekedar intermezo....
keputusan konsekuensi dari beberapa keputusan yang telah dievaluasi(by wikipedia), dari beberapa bidang ilmu dan literatur sebenarnya secara etimolog artinya sama yang kemudian penjabaran dan jenisnya disesuaikan dengan bidang masing-masing, dari situ secara umum kemudian diturunkan beberapa metode dan detail perumusan untuk menghasilkan keputusan secara ilmiah yang biasanya digunakan dalam manajemen kuputusan perindustrian, manajemen keputusan beserta rumus turunannya ini selalu diturunkan untuk menghasilkan permasalahan yang bersifat dinamis bergantung dari internal perusahaan atau industri masing-masing sehingga dapt dimengerti dan dipelajari bersama secara umum pastinya , sedangkan secara lingkup yang lebih sempit keputusan itu meliputi diri pribadi dan kaitannya dengan sosial masing-masing individu, karena lingkupnya yang relatif kecil maka keputusan yang bersifat individual ini memang tak tertera dalam rumus ilmiah, atau dalam ilmu psicolog mungkin juga disebut naluri karena telah dimengerti secara alami. sedangkan dampak dari keputusan baik yang secara umum dan individual adalah sama2 luas, kenapa sama meskipun terlahir dari dualisme fenomena yang berbeda, sebab titik berat pada manajemen keuputusan yang industri lebih bersifat ekonomis, sedangkan keputusan individu lebih bersifat sosialis, kedua akibat ini tak bisa terpisahkan namun secara intensitas keputusan yang bersifat individu lebih sering (mayoritas) kita ambil secara cepat meskipun dengan pertimbangan yang terkadang kurang rasional, namun apakah keputusan yang sedemikian dikatakan sebagai keputusan yang *ketuk palu 3 kali* padahal apa yang kita tanyakan dan pertimbangkan bersifat dinamis.....
2 komentar:
Keputusan bukanlah harga mati,
Kan di teknik persidangan ada PK :D
Mz ale hahaha....PK(palu ketok)-KP(ketok palu) hehehe
Poskan Komentar