Warung kopi……………. Sebuah topic yang sangat sederhana untuk diperbincangkan baik oleh kalangan tua maupun muda dari berbagai lapisan, kopi telah dikenal msyarakat sejak masa penjajahan belanda atau mungkin sebelum penjajahan itu dimulai, kopi mengandung banyak zat yang telah dikenal masyarakat sebagai obat pengusir kantuk,..apakah demekian hingga para penggandrung kopi rela menyempatkan waktu berjam-jam untuk minum secangkir kopi atau adakah kenikmatan tersendiri??. Sebagian orang menganggap hal itu sebagai suatu hal yang sia-sia, namun sebagian yang lain merupakan kewajiban. Di sebua daerah di kalangbret, tulungagung jawa timur terdapat sebuah warung kopi yang tidak pernah sepi dari pengunjung, kalau dikota-kota besar warnet(warung internet) yang selalu ramai 24 jam namun tidak halnya di desa ini, warung kopi selalu padat dan ramai sehari semalam, apakah daya tarik kopi tersebut???setelah beberapa kali singgah di warung kopi ini, dengan secangkir kopi, ternyata benar mengasykan. Tempat itu layaknya sebuah rumah psikolog, dimana berbagai hal diperbincangkan, mulai dari masalah privat sebagai tempat curhat layaknya psikolog dan pasiennya, atau juga layaknya sebuah ruang diskusi kaum awam tapi seakan berada dalam forum kenegaraan sebab yang diperbincangkan mulai ekonomi sampai politik yang dimengerti oleh sebagian orang atau bahkan orang yang mengutarakannya saja. Berbagai disiplin ilmu juga diperdepatkan bahkan terkadang juga sebagai tempat bisnis jual beli para pedagang tempe, sebab tempatnya yang enak buwat ngobrol dan bernegosiasi, mungkin lain lagi critanya jika tempat itu diberi fasilitas internet. Bukan tambah ramai tapi mereka akan mencari warung kopi lain, sebab bagi mereka secangkir kopi, rokok dan teman ngobrol merupakan keseimbangan hidup mereka tiap hari, atau bahkan cukup rokok dan kopi dengan menggali gagasan tentang permasalahan mereka atau merenungi kejenuhan hidup. Nah itulah sekedar gambaran yang amat sangat sederhana dari sebuah fenomena masyrakat umum namun merata.seandainya ada pejabat tinggi atau para bisnisman hadir ditempat itu mungkin akan menjadi sebuah seminar yang dihadiri oleh para tukang becak,ojek, petani, buruh, karang taruna, pak lurah, mahasiswa, para sesepuh, pedagang, copet, maling ayam dan sekaligus para penjudi togel sebab apapun pekerjaan mereka, mereka tetap bagian dari kita. Mungkin dengan forum itu akan muncul ide atau gagasan yang tak tefikirkan dari para politikus atau professor, sebab apa yang dilontarkan kaum jelata itu merupakan fakta dari diri mereka bukan hanya sekedar wacana atau hasil sebuah penelitian yang hanya mengutamakan data. intinya adalah sekecil apapun komunikasi merupakan bentuk silaturahmi an penyampaian aspirasi |