Jumat, 26 Desember 2008
TOL-ong BRAWIJAYA
pintu masuk gerbang BRAWIJAYA, gerbang depan jembatan sukarno-hatta terpampang jelas diatas pintu gerbang " bukan jalan umum ". sungguh hal yg tragis dan ironis, dulu ketika muncul isu bahwa brawijaya akan membuka jalan pintas umum yg bisa dilalui angkot guna mengatasi kemacetan disekitar jalan veteran-sumbersari-sukarno hatta muncul suara atas penolakan tersebut, entah ketakutan pihak birokrasi brawijaya sendiri ataukah emang ada solusi lain yg mengganjal hal itu sehingga berita itu reda, namun setelah beberapa dekade kemudian kenyataan itu benar terjadi namun bukan bentuk pembuatan jalan / rute baru kampus, akan tetapi dalam bentuk "tol kampus"dimana setiap kendaraan roda 2 yg lewat gerbang itu terkena pajak Rp 1000 entah mahasiswa apa bukan, klo mobil g tw bayar berapa.?maklum g pernah naik mobil masuk kampus,kcuali bg yg punya stiker UB bisa g masalah. bagi pengendara hal ini merupakan jalan pintas dari sukarno-hatta menuju veteran, ITN ato yg mw kearah sumber sari, namun ini merupakan bencana bagi sebagian mahasiswa yg keganggu dengan kemacetan dalam kampus itu, terutama yg fakultasnya di depan jalan itu, coba bayangkan ketika mau menyebarang antara fakultas ekonomi ke fakultas TP harus tengok kiri-kanan karena g da jembatan penyebarangan ato zebra kross dan terkadang nunggu sampek kemacetan berakir meninggalkan polusi, y meskipun kmarin UB mencanangkan tanaman 1001 pohon yg juga harus mindah para PKL kampus, tp hal ini sungguh memprihatinkan. BRAWIJAYA yg dl hijau, nyaman bwt jalan kini berubah menjadi kampus yg berpolusi dan macet. sungguh tak enak dicritakan. meskipun langkah ini efektif guna menjegah kehilangan sepeda motor dg adanya pajak di pintu masuk yg dimana penjagaan terhadap kendaraan mahasiswa semakin bagus, namun alangkah eloknya pihak birokrat mengindahkan kenyamanan lingkunganya sendiri, brawijaya gt lhoh yg notabene pusat pendidikan, dimana puluhan ribu orng pinter bahkan ampek yg kelewat pinternya dilahirkan dari kampus ini,masak g bisa mencari solusi bwt menyelesaikan hal ini, entah emang udah lupa ilmunya apa emang g dikasih ijin sama yg nguasain UB???coba studi banding ke unmuh yg masih taraf swasta namun pelayanan n faslitasnya sungguh mengesankan krn ditata dg rapi mulai dari penanaman pohon di sekitar jalan masuk sampek di depan fakultas masing-masing sehingga menjadi rindang, kemudian tempat parkir sepeda yg dimana kendaraan hanya diperbolehkan masuk sampai ditempat parkir (tidak memasuki area kampus). klo misalkan ada alasan yg menyatakan brawijaya kurang tempat parkir, knapa g bangun gedung khusus parkir yg bertingkat yg letaknya dibagian luar kampus dengan segenap securitnya. selain membuat bebas polusi, kenyamaan mahasiswa dalam kampus seperti mendapatkan ketenangan tidak bising akibat kendaraan ato berjalan dinaungi rindangya pohon, udara yg sejuk kan lebih membuat brawijaya dicintai masyaraktnya.y klo g bisa seperti unmuh y minimal seperti ABM lah, masak kalah sama yg swasta.
posted by YAKUZA @ 05:33  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< Home
 
About Me


Name: YAKUZA
Home: jatim, malang, Indonesia
About Me: sulit ditebak kecuali ama yg bisa nebak?nah lho hehehe
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links
Free Blogger Templates