Selasa, 19 April 2011

JELITA YANG TERTIDUR



Kondang merak, tentu nama itu tak asing lagi bagi kalian yang pernah mengintip tempat wisata di ujung selatan kabupaten malang ini. Pantai yang dulu pernah ramai oleh jamahan mata kamera para wisatawan sekitar beberapa tahun yang silam kini kembali menjadi si jelita yang terpagar oleh alam, kelembutan pasirnya, kesejukan udaranya yang dinaungi birunya mata cakrawala ini seakan telah dilupakan. ke elokan bibir pantai beserta kelembutan pasir yang tersapu ombak seakan rayuan ” dewi tirta” menarik langkah kecil kami, sungguh si jelita yang eksotic.


balaikambang
Pantai ini terletak disebelah pantai balaikambang, jika balai kambang telah ramai akan jejak para pancari keindahan pulau Jawa dwipa ini karena pura yang menjadi pusat jepretan mata kamera mereka, selain itu mungkin karena bibir pantai nan luas. Dengan tiket masuk Rp 7.500,- per orang dan parkir Rp 3000,- untuk motor anda dapat bebas menjamahi pantai balaikambang ini beserta hiruk pikuk pedagangnya¸ namun hal yang demikian mungkin tak akan anda jumpai di pantai kondang merak, kondang merak yang begitu jelita berselimut liarnya alam.



Di bibir si jelita kondang merak
Saat anda sampai di penunjuk arah antara pantai balaikambang dan kondang merak, saya yakin 95,9999% kebanyakan orang akan tertarik kearah balaikambang sebab jalan kea rah balaikambang lebih mulus jauh berbeda sekali dengan jalan menuju si jelita kondang merak, jalan setapak serta rerumputan liar seakan menjadi pelindung kondang merak dari jamahan para wisatawan. Jalan yang terjal serta becek jika terkena hujan seakan jeruji besi si jelita agar siapapun tak masuk kewilayahnya. Di tengah tengah perjalanan ke kondang merak dibalik terjalnya batu dan lebatnya belantara yang mengapitnya si kera hutan dengan ekspresinya meloncat kesana kemari seakan memamerkan betapa masih belantaranya wilayah itu namun sayang kami tidak sempat mengabadikannya karena si kera langsung pergi ke dalam singgasananya.


KONDANG MERAK

Begitu kami memasuki pintu masuk tempat penarikan karcis, sungguh ironis sekali seakan gardu yang terkena gempa, rumput liar merambat diseluruh tembok dan lumut hutan menghiasinya menggambarkan pos penjagaan itu memang telah lama tak terawat, sesampainya dibibir pantai tanpa basa basi kami langsung bercengkrama dengan belaian ombak dan kelembutan pasir kondang merak, sejenak kami menikmati rayuan sepoi angin yang menyapa, kamipun melangkah menyusuri bibir pantai nan mungil dan benar-benar cantik, sapuan ombak kecil pantai ini seakan menggiring kami untuk menjelajahi tempat itu dan tak ketinggalan teman saya langsung mengabadikan moment itu dengan mata kameranya. Setelah beberapa jam kami berkejar kejaran bersama ombak, kami mampir sejenak pada si empunya alias penduduk sekitar, dengan ramah mereka menyuguhkan beberapa butir kelapa muda yang langsung dipetik dari pohonnya karena kebetulan banyak kelapa muda tengah berbuah dan langsung membasahi tenggorokan kami, dari keterangan beliau beliau ini kami mendengar asal mula “ kondang merak” .


balai kambang
kondang itu berarti tersohor atau terkenal dan merak berarti jenis hewan yang mayoritas dulu pernah ada disekitar situ yaitu burung merak….waawww, tepatnya disebelah pedukuhan ada aliran seperti sungai yang mengalir menuju samudra ini, dari keterangan itu memang begitu dahsyatnya ke elokan pulau DJAWA DWIPA ini dl, bahkan sampai kinipun keanggunan tempat itu masih saja menawan setiap mata yang memandangnya, namun sayang sungguh beribu sayang, alam seindah itu tidak diperhatikan oleh pemerintah, andai saja pemerintah mau sedikit saja membuka MATAnya mungkin arek malang akan bangga karena ada sempalan surga yang tak kalah dengan pulau dewata telah jatuh di pantai kondang merak


dalam lambaian



pasir membentang



terus berlari



melawan ombak



dahaga



jernih



menanti



asal merak



naga di tepi




pasir mendesir

Minggu, 06 Februari 2011

New and Old

era baru baru saja masuk dan keluar seakan nafas yang melekat dijantung ini.melangkah dari pijakan yang berlumpur, berganti tanah yang keras, gersang dan gambut, hari esok pastilah akan datang dan yang kemaren tentu merupakan sebuah tanda tanya besar yang harus bisa terjawab saat ini, kenapa saya disini dan untuk apa???namun sering kali terlupakan saat mata ini menikmati keindahan butiran butiran posona tanah ini.seperti orang dalam sebuah persidangan saat mata ini berada dalam suatu peristiwa, bukan kemaren ataupun kelak tapi hari ini juga saat peristiwa ini juga jiwa raga ini menjadi saksi dalam persidangan itu.saya bersaksi bahwa..... dan .....adalah suatu yang berat. berat saat tak tahu harus berbuat apa...tulisan ini adalah kekosongan

Senin, 06 Desember 2010

sempu




sempu
sempu
jika anda pergi ke malang selatan jangan lupa mampir kesendang biru,setelah anda memasuki kawasan sendang biru jika anda berkendaraan dengan sepeda motor anda cukup merogoh gocek 15 rb sebagai uang masuk, setelah itu jika anda ingin menuju pulau sempu anda akan menyebrang melalui perahu sewa dengan tarif 100 rb untuk 1 perahu dengan kapasitas max 10 orang (pulang-pergi) selamat menikmati keindahan sempu dan pasir putihnya

Senin, 08 November 2010

Minggu, 28 Maret 2010

harga mati suatu keputusan????

sekali lagi
diputuskan menoleh dan melihat ke dalam yang tersisa hanya gelap dan semakin gelap......"koyo2 abot dewe" setelah diputuskan lagi kembali kepermukaan dan menoleh, o o o ternyata ada yang lebih berat yang lebih bermuka masam, yang lebih menangis, yang lebih sukar berkata maaf kawan cukup doa, umur ini sudah tak waktunya lagi, senyum, tawa, canda, kata rasanya hampa saat beralih rupa, saat berpindah ke A rasanya dunia menimpa, saat berpindah ke B dunia seakan dilanda musim kemarau, saat berpindah ke C seakan hidup tanpa nama, akhirnya keputusan itu y kembali lagi ke secangkir kopi dan teman sejati*g sebut merk* dikira promosi.sekedar intermezo....
keputusan konsekuensi dari beberapa keputusan yang telah dievaluasi(by wikipedia), dari beberapa bidang ilmu dan literatur sebenarnya secara etimolog artinya sama yang kemudian penjabaran dan jenisnya disesuaikan dengan bidang masing-masing, dari situ secara umum kemudian diturunkan beberapa metode dan detail perumusan untuk menghasilkan keputusan secara ilmiah yang biasanya digunakan dalam manajemen kuputusan perindustrian, manajemen keputusan beserta rumus turunannya ini selalu diturunkan untuk menghasilkan permasalahan yang bersifat dinamis bergantung dari internal perusahaan atau industri masing-masing sehingga dapt dimengerti dan dipelajari bersama secara umum pastinya , sedangkan secara lingkup yang lebih sempit keputusan itu meliputi diri pribadi dan kaitannya dengan sosial masing-masing individu, karena lingkupnya yang relatif kecil maka keputusan yang bersifat individual ini memang tak tertera dalam rumus ilmiah, atau dalam ilmu psicolog mungkin juga disebut naluri karena telah dimengerti secara alami. sedangkan dampak dari keputusan baik yang secara umum dan individual adalah sama2 luas, kenapa sama meskipun terlahir dari dualisme fenomena yang berbeda, sebab titik berat pada manajemen keuputusan yang industri lebih bersifat ekonomis, sedangkan keputusan individu lebih bersifat sosialis, kedua akibat ini tak bisa terpisahkan namun secara intensitas keputusan yang bersifat individu lebih sering (mayoritas) kita ambil secara cepat meskipun dengan pertimbangan yang terkadang kurang rasional, namun apakah keputusan yang sedemikian dikatakan sebagai keputusan yang *ketuk palu 3 kali* padahal apa yang kita tanyakan dan pertimbangkan bersifat dinamis.....